Sidik Bhayangkara Indonesia
BITUNG | Suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan mewarnai pembukaan rangkaian kegiatan Semarak Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polres Bitung. Acara yang berlangsung di Sport Hall Aspol Pinokalan, Jumat (12/6/2026), ini menjadi tonggak dimulainya berbagai perlombaan olahraga dan kegiatan sosial kemanusiaan sebagai bentuk perayaan hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang ke-80.
Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., secara resmi membuka seluruh rangkaian acara melalui sebuah apel gabungan yang diikuti oleh seluruh personel Polres Bitung, jajaran Kapolsek, anggota Bhayangkari, serta para peserta lomba. Kehadiran pimpinan tertinggi kepolisian di kota tersebut memberikan motivasi tinggi bagi seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dalam setiap agenda yang telah dirancangkan.
Turut hadir mendampingi Kapolres dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Cabang Bhayangkari Polres Bitung, Detta Albert Zai, Wakapolres Bitung Kompol J.H. Daniel Korompis, serta Wakil Ketua Cabang Bhayangkari Sjeanet Korompis. Kehadiran para Pejabat Utama (PJU) Polres Bitung, pengurus Bhayangkari, dan seluruh peserta lomba semakin memeriahkan suasana dan menunjukkan solidaritas kuat keluarga besar Polri di wilayah hukum Kota Bitung.
Momentum pembukaan ini tidak hanya dimaknai sebagai seremonial belaka, tetapi juga sebagai ajang strategis untuk mempererat hubungan emosional antara pimpinan dan anggota. Interaksi langsung Kapolres bersama jajaran dan keluarga besar Bhayangkari di tengah-tengah personel menciptakan atmosfer yang hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan, yang merupakan ciri khas dari semangat korps Bhayangkara.
Dalam sambutannya, AKBP Albert Zai menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna mendalam bagi institusi. Menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan kembali semangat pengabdian tulus kepada masyarakat tanpa pamrih, sejalan dengan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya.
Rangkaian kegiatan fisik yang digelar meliputi pertandingan bola voli putra dan putri yang melibatkan personel Polres dan anggota Bhayangkari, serta lomba Line Dance yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh satuan kerja. Melalui kompetisi sehat ini, diharapkan dapat terbangun semangat sportivitas, kekompakan tim, dan kerja sama yang semakin solid di antara seluruh elemen di lingkungan Polres Bitung.
Di sisi lain, Polres Bitung juga mengintegrasikan aspek sosial dan kemanusiaan dalam perayaan tahun ini. Sejumlah program nyata diluncurkan, termasuk bhakti religi di rumah-rumah ibadah, anjangsana ke panti asuhan atau lansia, penyaluran bantuan sosial, bedah rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor untuk penyediaan air bersih, hingga layanan bhakti kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Kapolres Bitung menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga harus memberikan manfaat konkret bagi kehidupan warga. “Hari Bhayangkara ke-80 ini kami jadikan momentum memperkuat kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kami ingin menghadirkan semangat Bhayangkara yang dekat dengan anggota, dekat dengan keluarga Bhayangkari, dan yang terpenting, dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang nyata serta semakin mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat Kota Bitung. Dengan pendekatan humanis dan profesional, Polri berkomitmen untuk terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui berbagai kegiatan tersebut, keluarga besar Polres Bitung menunjukkan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar milik institusi, melainkan ruang untuk berbagi dan mengabdi. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di Kota Bitung, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian di era modern.
Harto





