Sidik Bhayangkara Indonesia
TNI Angkatan Laut Kodaeral VIII melalui KRI Selar-879 melaksanakan misi kemanusiaan guna mengangkut dan mendistribusikan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara. Kapal tersebut diberangkatkan dari Dermaga Beaching Satrol Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII Bitung pada Rabu malam, 10 Juni 2026, pukul 20.30 WITA.
Pengiriman bantuan ini merupakan wujud dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang mengalami dampak bencana. Mengingat kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat, TNI Angkatan Laut turut berperan aktif mempercepat pendistribusian logistik melalui jalur laut agar dapat segera diterima oleh warga yang membutuhkan.
KRI Selar-879 secara khusus ditugaskan untuk menyalurkan bantuan ke tiga pulau utama yang terisolasi, yaitu Pulau Kawio, Pulau Marore, dan Pulau Matutuang. Ketiga wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan dan memerlukan dukungan logistik secara cepat guna memenuhi kebutuhan dasar warga pasca terjadinya gempa bumi.
Pelaksanaan misi ini merupakan dari arahan Komandan Kodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla. Arahan tersebut disampaikan melalui Komandan Satuan Kapal Patroli Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP, untuk memastikan operasi berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
KRI Selar-879 dipimpin oleh Komandan Kapal, Mayor Laut (P) Dian Haris Susilo, S.S.T.Han., yang didampingi oleh seluruh personel yang telah disiagakan. Seluruh kru kapal telah dipersiapkan sebaik mungkin guna menjamin keamanan pelayaran dan kelancaran proses pendistribusian bantuan hingga ke lokasi tujuan.
Setelah menempuh perjalanan laut, KRI Selar-879 tiba dan berhasil bersandar dengan aman di dermaga Pulau Kawio, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 10.40 WITA. Kedatangan kapal disambut secara antusias oleh masyarakat setempat dan aparat terkait yang telah menunggu kehadiran bantuan tersebut.
Proses pembongkaran bantuan dilakukan secara tertib dan terkoordinasi dengan baik. Kegiatan ini melibatkan personel TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, serta partisipasi aktif dari warga sekitar. Sinergi tersebut dibangun agar proses penyaluran berjalan cepat dan bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh korban bencana.
Turut hadir mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan adalah perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara. Di antaranya adalah Kepala Bidang Rehabilitasi BPBD Sulut, Rudi V. Matugigir, beserta pelaksana BPBD, Steven Posumah, yang memastikan seluruh bantuan disalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Bantuan yang diangkut meliputi berbagai kebutuhan pokok dan logistik darurat, antara lain mie instan, beras, air mineral, minyak goreng, telur, tikar, susu UHT, obat-obatan, masker, serta perlengkapan kebutuhan harian lainnya. Jenis bantuan dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat guna meringankan beban hidup pascabencana.
Seluruh proses pembongkaran selesai dilaksanakan pada siang pukul 02.00, Setelah memastikan bantuan telah diterima dengan baik, KRI Selar-879 kembali melanjutkan pelayaran menuju wilayah terdampak lainnya. Misi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah kepulauan Sulawesi Utara.
Harto






