Sidik Bhayangkara Indonesia
BITUNG | Kapal Patroli (KP) Shiptender XV-111 (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara berhasil mengevakuasi dua nelayan yang mengalami musibah perahu tenggelam saat memancing di perairan Bitung, Selasa (2/6/2026) pukul 19.30 WITA. Evakuasi ini dilakukan atas arahan langsung Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., sebagai bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat pesisir.
Kegiatan evakuasi dipimpin langsung oleh Komandan Kapal, Brigpol Daniel Tandilallo, bersama anggota ABK Abripda Fernandi Lopes (crew Shiptender XV-111) dan Bharada Revaldi Pontolongan (crew KP RIB XV-109). Saat menerima laporan darurat, tim segera bergerak ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan cepat dan tepat.
Sebelumnya, kedua nelayan — Steven Lembo (47 tahun) dan Vernando (20 tahun), warga Manembo-Nembo, sempat diselamatkan oleh kapal ikan lain yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Berkat bantuan spontan tersebut, keduanya berhasil terhindar dari bahaya sebelum akhirnya dievakuasi secara resmi oleh personel Ditpolairud.
Saat diterima petugas, kedua nelayan dinyatakan dalam keadaan selamat dan sehat. Mereka tidak mengalami luka-luka maupun trauma berat. Selain memastikan keselamatan jiwa, KP Shiptender XV-111 juga melanjutkan upaya pertolongan dengan menarik perahu yang tenggelam menuju pesisir Kelurahan Kareko, agar dapat diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut.
Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tugas pokok kepolisian di wilayah perairan. “Saya mengapresiasi kesiapsiagaan dan kerja cepat seluruh personel yang terlibat. Ini menunjukkan komitmen kami sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan 24 jam bagi seluruh personel. “Kami berharap seluruh anggota senantiasa siaga dan mampu memberikan pertolongan secepatnya ketika ada laporan. Kepedulian seperti ini harus terus ditingkatkan,” tambahnya. Ia juga mengimbau nelayan untuk selalu memeriksa kondisi perahu, peralatan keselamatan, dan memantau informasi cuaca sebelum melaut.
Steven Lembo, mewakili rekannya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas pertolongan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih, baik kepada kapal ikan yang pertama menolong, maupun petugas Polairud yang datang membantu mengangkut perahu kami,” ungkapnya. Ia menambahkan, kehadiran patroli laut memberi rasa aman bagi nelayan seperti dirinya.
Musibah ini berakhir dengan aman, menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keselamatan di wilayah perairan Sulawesi Utara. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kolaborasi, kesiapsiagaan, dan edukasi bagi para nelayan agar aktivitas melaut tetap produktif tanpa mengorbankan keselamatan.
(Harto)



