Sidik Bhayangkara Indonesia
Ditpolairud Polda Sulawesi Utara memberikan penjelasan resmi terkait insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Anaya di perairan Likupang, Minahasa Utara Senin, (25/5/2026) Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., selaku Direktur Polisi Air dan Udara Polda Sulut, menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan laporan dan keterangan nakhoda kapal. Kapal tersebut tenggelam setelah mengalami kebocoran akibat dihantam gelombang besar.
Kejadian bermula pada pukul 03.30 WITA ketika nakhoda KM Anaya menyadari lambung kanan bagian haluan kapal mengalami bocor. Air laut mulai memasuki palka kapal dengan cepat. Kondisi cuaca di perairan Likupang saat itu diperkirakan kurang bersahabat, sehingga gelombang menjadi pemicu utama kerusakan lambung kapal fiber tersebut.
Pada pukul 05.00 WITA, air laut telah memasuki ruang mesin kapal. Situasi semakin memburuk dan membahayakan keselamatan seluruh awak. Nakhoda dan awak kapal berusaha mengendalikan keadaan, namun upaya tersebut tidak berhasil menghentikan masuknya air secara signifikan.
Pukul 06.28 WITA, nakhoda beserta 15 awak kapal lainnya memutuskan untuk meninggalkan kapal menggunakan dua perahu karet. Beberapa menit setelah mereka menjauh, KM Anaya tenggelam seluruhnya ke dasar laut. Proses evakuasi diri dilakukan dengan cepat dan tertib sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sekitar pukul 06.38 WITA, tim rescue menemukan seluruh 16 awak kapal (ABK) yang sedang mengapung di atas perahu karet. Mereka ditemukan hanya sekitar 10 menit setelah meninggalkan kapal. Posisi Last Known Position (LKP) kapal berada di koordinat 01° 45'.848 N / 125° 26.787 E.
Kapal Rescue Basarnas Manado RBB 01 segera melakukan evakuasi. Pada pukul 06.50 WITA, seluruh korban telah berhasil diangkut naik ke kapal rescue dan dinyatakan selamat. Tidak ada laporan korban luka serius maupun hilang dalam peristiwa ini.
Berikut daftar nama 16 ABK KM Anaya yang selamat:
Ferly Supriady Lumuhu (41), Bitung;
Asup Hein David (62), Bitung Tengah;
Cristiando Bruruji (19), Lembe Papusungan;
Falentinus Nau (26), Batu Putih;
Yohanes Kamurahang (34), Bitung;
Peterson Karendehe (57), Lembe Utara;
Gian Takapento (24), Batu Putih;
Farel Kumadang (18), Lembe;
Jodi Tingginehe (40), Molas Bunaken;
Fredik Mulaki (47), Papusungan;
Naif Laoming (42), Sanger;
Marvel Buruji (18), Lembe;
Otniel Patroli (26), Lembe Papusungan;
Sadrik Yusuf (33), Tahuna Timur;
Meydi Tumadang (42), Lembe Selatan Papusungan;
Alfraldi Sihure (20), Lembe Papusungan.
Ditpolairud Polda Sulut terus melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti tenggelamnya KM Anaya. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar serta menjamin keselamatan para awak kapal pasca-insiden.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku pelayaran di perairan Sulawesi Utara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan kelaikan kapal, terutama saat musim gelombang tinggi. Pihak berwenang akan terus melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Harto





