Sidik Bhayangkara Indonesia 
 BITUNG | Kamis (2 April 2026) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi yang terjadi di wilayah Laut Maluku, tepatnya di sekitar Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

Gempa bumi tersebut terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, atau sekitar 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Maluku. 

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan naik (thrust fault).

“Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah, di antaranya Halmahera Barat sebesar 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB dan Bitung sebesar 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB,” ujar Faisal di Jakarta.

Selain itu, kenaikan muka air laut juga terpantau di Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), Belang (0,68 meter), dan Bumbulan (0,13 meter).

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, menyebutkan bahwa gempa ini berdampak di sedikitnya tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Di Kota Ternate, gempa dirasakan dengan intensitas V–VI MMI yang menyebabkan kepanikan warga hingga berlarian keluar rumah serta menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan. 

Sementara di Manado, getaran dirasakan pada skala IV–V MMI, di mana hampir seluruh warga merasakan guncangan.

Adapun di wilayah Gorontalo seperti Bone Bolango dan Gorontalo Utara, getaran dirasakan dengan intensitas III MMI, sedangkan di Boalemo dan Pohuwato berada pada II–III MMI.

“Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat sebanyak 48 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5,” jelas Nelly.

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menambahkan bahwa pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan makroseismik dan mikroseismik, serta memasang alat seismograf portable di wilayah terdampak guna memperkuat data pengamatan.

Sejumlah kerusakan bangunan dilaporkan terjadi, di antaranya di Gedung KONI Sario Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WIB setelah kondisi dinyatakan aman.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat agar memeriksa kondisi struktur bangunan. Jika terdapat retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung memasuki bangunan,” ujar Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG, A. Fachri Radjab.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.