Sidik Bhayangkara Indonesia :
Bitung, 2 April 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi yang terjadi di wilayah Laut Maluku pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 06.03 WITA.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kota Bitung.

Di wilayah Bitung, khususnya di Selat Pulau Lembeh dan perairan Kasawari, laporan pengamatan menunjukkan adanya kenaikan muka air laut sekitar 0,3 meter atau 30 sentimeter pada pukul 07.15 WITA.

Prakirawan BMKG Stasiun Bitung, Anindito, menjelaskan bahwa hingga saat ini status peringatan dini tsunami masih berada pada level siaga. BMKG juga telah memperbarui informasi peringatan dini berdasarkan hasil pemodelan dan observasi lapangan.

“Peringatan dini tsunami masih berlaku dan belum diakhiri. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menjauhi wilayah pesisir pantai hingga ada informasi resmi lebih lanjut,” ujar Anindito.

BMKG menggunakan beberapa tahapan dalam sistem peringatan dini tsunami, mulai dari peringatan awal berbasis pemodelan hingga pembaruan berdasarkan data observasi di lapangan. 

Peringatan akan diakhiri setelah BMKG memastikan kondisi telah aman.

Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat di wilayah pesisir, khususnya di Kota Bitung dan sekitarnya, diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Harto