Sidik Bhayangkara Indonesia
BITUNG | Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII resmi membuka Zona UMKM baru di kawasan Monumen Samudera, Taman Angkatan Laut Bitung, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan pembukaan yang dilengkapi gunting pita tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Perumda Pasar Kota Bitung.
Revitalisasi monumen yang menjadi penanda sejarah maritim Indonesia ini dinilai berhasil mengubah wajah kawasan yang sebelumnya terbengkalai. Monumen yang dibangun sekitar tahun 1960-an dan sempat menjadi ikon wisata serta simbol perjuangan Trikora, lama terabaikan hingga dipandang masyarakat sebagai area kumuh yang rawan kriminalitas.
Plt. Direktur Operasional Perumda Pasar Bitung, Vanny Kaunang, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral VIII, khususnya kepada Komandan sekaligus pemrakarsa kegiatan revitalisasi, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP. “Kami memberikan apresiasi kepada Kodaeral VIII terutama Komandannya sekaligus pemrakarsa giat revitalisasi ini,” ujar Vanny usai mengikuti acara pembukaan.
Selain pembukaan Zona UMKM, kawasan tersebut juga menjadi lokasi kegiatan Healthy Harmony (HH) berupa senam bersama yang digelar rutin setiap Sabtu pagi. Pelaku UMKM yang menempati lokasi sudah mulai beroperasi dan membuka lapak.
Vanny mengajak masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan kawasan tersebut sebagai ruang interaksi keluarga, terutama pada malam hari. Ia berharap monumen bersejarah ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata lokal sekaligus ruang publik yang hidup bagi warga Kota Bitung.
Perumda Pasar Bitung sendiri tidak hanya mengelola operasional pasar rakyat, tetapi juga terus berinovasi dalam memberikan ruang berusaha kepada masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mendorong pengembangan UMKM melalui penyediaan lokasi berusaha yang representatif.
Upaya pemberdayaan pedagang juga dilakukan melalui berbagai pelatihan serta fasilitasi akses permodalan. Kerja sama dengan sektor perbankan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu bentuk dukungan konkret yang diberikan.
Selain itu, Perumda Pasar mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dengan membuka ruang promosi digital. Program sertifikasi Halal bagi pelaku usaha juga digencarkan agar produk lokal semakin kompetitif di pasar yang lebih luas.
Kehadiran Zona UMKM di kawasan monumen diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali lokasi bersejarah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga. Sinergi antara TNI AL melalui Kodaeral VIII dan Perumda Pasar dinilai menjadi contoh kolaborasi positif dalam memanfaatkan ruang publik.
Dengan revitalisasi yang telah dilakukan, Monumen Samudera kini diharapkan kembali menjadi ikon kebanggaan Kota Bitung yang memadukan nilai sejarah, ruang publik, dan semangat kewirausahaan masyarakat.
Nako





