Sidik Bhayangkara Indonesia
Kotabunan | Dalam rangka membentuk generasi muda yang berkarakter dan beretika, Kapolres Bolmong Timur AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., melaksanakan sosialisasi pencegahan dini kenakalan remaja dan bullying di SMAN 1 Kotabunan, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasat Narkoba Polres Boltim, Kasat Binmas Polres Boltim, Kapolsek Urban Kotabunan, Kepala Sekolah beserta para guru, dan seluruh siswa kelas X. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada pelajar mengenai bahaya perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
Dalam paparannya, Kapolres menegaskan bahwa bullying bukanlah sekadar candaan biasa. Tindakan tersebut merupakan perilaku sengaja dan berulang yang bertujuan menyakiti, mengintimidasi, merendahkan, serta menimbulkan rasa takut dan tidak nyaman pada korban, baik secara fisik maupun psikologis.
Kapolres menjelaskan berbagai bentuk bullying, antara lain tindakan fisik seperti memukul, menendang, atau merusak barang milik orang lain. Selain itu, bullying verbal berupa ejekan, penghinaan, pemberian julukan buruk, body shaming, serta fitnah juga dapat melukai perasaan korban secara mendalam.
Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan bahaya cyberbullying di media sosial. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penggunaan yang bijak. Menyebarkan foto tanpa izin, komentar menghina, membocorkan informasi pribadi, hingga membuat konten yang mempermalukan orang lain merupakan perbuatan yang merugikan dan berpotensi melanggar hukum.
Kalian semua datang ke sekolah untuk belajar, meraih cita-cita, dan membangun masa depan. Jangan sampai ada yang merasa takut datang ke sekolah karena menjadi korban bullying. Jadilah teman yang baik, saling menghormati, dan saling mendukung satu sama lain, pesan Kapolres kepada para siswa.
Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan untuk menghargai keberagaman. Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dihargai, sehingga perbedaan penampilan, kemampuan, latar belakang, maupun kondisi fisik tidak boleh menjadi alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Menurut mereka, edukasi dari Polres Boltim sangat bermanfaat bagi siswa baru yang baru memasuki lingkungan SMA. Diharapkan para pelajar dapat menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan saling menghormati.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti materi dengan serius serta mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga sikap, etika, dan pergaulan sehat baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Harto



