Sidik Bhayangkara Indonesia
Gorontalo Utara | Anggota TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Sam Ratulangi bekerja sama dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Sulawesi Utara menyelenggarakan latihan penyegaran kemampuan terbang cabang paramotor dan paralayang. Kegiatan berlangsung selama dua hari, tepatnya pada Sabtu hingga Minggu, 13–14 Juni 2026, bertempat di Desa Wisata Dunu, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan ini dirancang guna menjaga dan meningkatkan keterampilan serta ketangkasan para personel yang sekaligus berperan sebagai atlet di bidang olahraga dirgantara. Melalui latihan berkala, standar keselamatan dan keahlian terbang tetap terjaga sesuai standar yang berlaku.
Untuk cabang paramotor, kegiatan ini diikuti oleh empat peserta. Mereka adalah Kapten Tum Syafrudin Dalu, Kapten Lek Niklas Karaeng, Lettu PM (P) Kusuma Wijanarko, serta Adhe Gacho Ogotan. Keempat peserta ini juga turut ambil bagian dalam cabang paralayang.
Sementara itu, jumlah peserta pada cabang paralayang lebih banyak dibandingkan paramotor, yakni mencapai sembilan orang. Selain keempat nama tersebut, peserta lain yang ikut serta adalah Stenly Tompoh, Fanco Kulit, Daniel Rompas, Muh. Mishbahuddin Dalu, dan Fabian Koldi.
Rombongan tim pelaksana kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapten Tum Syafrudin Dalu. Bagi pemimpin tim ini, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri karena lokasi pelaksanaan berada di daerah asalnya sendiri, tanah kelahiran yang sangat ia kenal baik.
Momen berharga lainnya yang tercatat dalam kegiatan ini adalah keikutsertaan dua peserta yang memiliki hubungan istimewa sebagai ayah dan anak. Kapten Tum Syafrudin Dalu terbang bersama putranya, Muh. Mishbahuddin Dalu, sama-sama dalam kategori paralayang. Hal ini menjadi bukti nyata keberlanjutan minat dan bakat dalam satu keluarga.
Ditinjau dari aspek lokasi, Desa Wisata Dunu dinilai sangat tepat dan mendukung kegiatan olahraga dirgantara. Wilayah ini memiliki karakteristik alam yang unik, berpadu antara hamparan pantai yang luas dan rangkaian perbukitan yang menawan.
Kombinasi bentang alam tersebut tidak hanya memberikan pemandangan indah, tetapi juga menciptakan kondisi angin dan rute terbang yang ideal. Hal ini memungkinkan para peserta untuk lebih leluasa mengasah kemampuan adaptasi terhadap berbagai kondisi udara yang ada.
Selama pelaksanaan berlangsung dari awal hingga akhir, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Tidak ditemukan kendala teknis maupun halangan lain yang mengganggu proses latihan penyegaran tersebut.
Secara umum, kegiatan ini memperkuat sinergi positif antara unsur pertahanan dan organisasi olahraga. Selain menjaga kemampuan personel, kolaborasi ini juga berperan aktif memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata unggulan Kabupaten Gorontalo Utara ke wilayah yang lebih luas.



