Mode Gelap Grid Pencarian
Iklan

Jurnalis Korban Serangan Panah Wayer di Bitung Dijenguk Polres dan Rekan Media, Penyelidikan Intensif Dilakukan

 

Sidik Bhayangkara Indonesia 

BITUNG,  |  Seorang jurnalis bernama Samiun Manope menjadi korban tindak kekerasan menggunakan senjata tradisional panah wayer pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Manembo-nembo hingga kondisinya dinyatakan stabil.

Segera setelah kejadian, pihak Kepolisian Resor (Polres) Bitung mengambil langkah cepat dengan melakukan kunjungan resmi ke rumah sakit untuk melihat langsung kondisi korban. Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natib Anggai, didampingi oleh personel Humas, Bripka Wahyudi, sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian aparat terhadap kasus yang menyita perhatian publik ini.

Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarganya. Selain itu, aparat juga memastikan bahwa penanganan hukum terkait kasus serangan ini berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjamin bahwa setiap tindak kekerasan akan ditindak tegas oleh hukum.

Solidaritas juga mengalir kuat dari kalangan awak media di Kota Bitung. Puluhan rekan sejawat turut hadir menjenguk Samiun Manope di ruang rawatnya. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar menjenguk, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap sesama pekerja pers yang menjadi sasaran tindakan kekerasan, serta simbol persatuan di tengah risiko profesi yang dijalani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan terjadi saat korban sedang berada di rumah salah seorang temannya di Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian. Pelaku dikabarkan menyerang secara tiba-tiba dari arah belakang, namun hingga saat ini identitas serta motif di balik perbuatan tersebut belum diketahui secara pasti dan masih menjadi fokus utama penyelidikan.

AKP Abdul Natib Anggai menegaskan bahwa tim penyidik saat ini terus melakukan pendalaman kasus secara intensif. Berbagai langkah telah diambil, mulai dari mengumpulkan keterangan saksi mata, melakukan olah tempat kejadian perkara, hingga menelusuri jejak pelaku agar dapat segera ditangkap dan dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Polisi menjamin bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berlandaskan pada aturan hukum yang berlaku demi keadilan bagi korban dan masyarakat luas.

Sementara itu, laporan medis menyebutkan kondisi korban mulai menunjukkan perbaikan meski masih memerlukan pemulihan lebih lanjut. Kasus ini menjadi sorotan penting bagi warga Bitung yang berharap aparat keamanan mampu segera mengungkap kasus hingga tuntas, sehingga rasa aman dan ketertiban di masyarakat dapat kembali terjaga dengan baik.



Harto

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak