Sidik Bhayangkara Indonesia
BITUNG, | Suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah ke-30 di Kota Bitung, Senin. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat terhadap kemajuan pendidikan serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E selaku pembina upacara.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sekaligus pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri ditegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Melalui tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita,” pemerintah menyoroti pentingnya kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah.
Sejumlah langkah strategis turut menjadi fokus, di antaranya integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi yang berorientasi hasil, penguatan kemandirian fiskal daerah, serta pembangunan kolaborasi antarwilayah. Pemerintah daerah juga didorong agar semakin adaptif dalam menghadapi tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, energi, perubahan iklim, hingga percepatan transformasi teknologi.
Sementara itu, dalam pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah disampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya memanusiakan manusia dan membentuk karakter bangsa. Nilai-nilai pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni asah, asih, dan asuh, kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi penerus bangsa.
Pemerintah juga menegaskan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui kebijakan prioritas berbasis deep learning.
Kebijakan tersebut diperkuat dengan lima strategi utama, yakni revitalisasi dan digitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, serta pemerataan akses pendidikan yang inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H., turut hadir dan berpartisipasi aktif dengan menandatangani Deklarasi Dukungan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Kota Bitung serta Komitmen Dukungan Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru Kota Bitung Tahun Ajaran 2026/2027. Kehadiran ini menjadi simbol nyata dukungan Polri terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Partisipasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan, masyarakat, dan institusi pendidikan.
Upacara Hardiknas dan HUT Otonomi Daerah ke-30 ini sekaligus menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat semangat pelayanan publik, pendidikan berkualitas, dan pembangunan daerah yang mandiri serta berdaya saing tinggi di tengah dinamika nasional maupun global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Ketua TP PKK Ellen Honandar Sondakh, Sekretaris Daerah Jacinta Marrybell, jajaran Forkopimda, pejabat Pemerintah Kota Bitung, ASN, guru, serta PPPK yang bersama-sama menunjukkan komitmen kolektif membangun Kota Bitung menuju masa depan yang lebih maju.
Harto



.jpg)
.jpg)
