Sidik Bhayangkara Indonesia
BITUNG– Sebuah perkelahian terjadi di sekitar SMK Negeri 2 Bitung pada Senin (20 April 2026).
Akibat insiden tersebut, dua siswa mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Angkatan Laut.
Haryanto Manango, S.Pd., seorang guru SMK Negeri 2 Bitung, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika sekelompok pemuda dari luar sekolah mendatangi area depan sekolah.
Kelompok tersebut diduga memiliki masalah pribadi dengan sebagian siswa dan melakukan upaya pemalakan.
“Siswa yang tidak terima kemudian terlibat perkelahian di lokasi,” ujar Haryanto Manango.
Menurutnya, perkelahian berlangsung sangat cepat sehingga pihak sekolah belum mengetahui kronologi secara rinci. Satu siswa kelas XII terkena senjata tajam berupa panah wayer (pajak), sementara satu siswa kelas X mengalami luka akibat pukulan.
Haryanto Manango menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah dan orang tua dalam mencegah tawuran.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah. Meski guru sedang mengajar di kelas, jika siswa masih sering keluar atau ada pengaruh negatif dari luar, sekolah akan kesulitan mengawasi sepenuhnya.
Orang tua juga harus lebih aktif mengontrol anak-anaknya,” tegasnya.
Pihak sekolah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan orang tua siswa serta aparat keamanan untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Saat ini, Kepolisian Sektor Maesa masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pelaku dari luar sekolah dan langkah hukum yang akan diambil.


